Domain Name System (DNS)

Pengalamatan di protokol Internet yang menggunakan kombinasi angka cukup sulit untuk diingat. Penggunaan alamat dengan nama akan lebih mudah diingat. Untuk itu diperlukan suatu pemetaan alamat IP Address ke nama host yang ada dan sebaliknya. Pada awalnya digunakan teknik yang dinamakan host table. Masing-masing host/komputer menyimpan daftar kombinasi nama komputer dan alamat IP Address, pada file yang dinamakan HOSTS.TXT. File ini berisi nama dan alamat IP seluruh komputer yang terkoneksi ke internet. Tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan sistem basis data terdistribusi yang dinamakan DNS (Domain Name System). spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS.

Format penamaan host di Internet dibuat memiliki hirarki. Skema hirarki tersebut digambarkan berbentuk tree (pohon). Satu node/titik membentuk tree, memiliki beberapa subnode. Subnode ini membentuk tree yang memiliki beberapa subnode lagi, dan seterusnya. Pada masing-masing node ini terdapat label. Node berlabel ini disebut domain. Domain ini bisa berupa nama host, subdomain atau top level domain.

Model Tree Domain

Domain teratas ialah Root Domain. Domain ini dituliskan dalam bentuk titik (“.”). Top Level Domain terdiri atas semua node yang tepat berada di bawah root. Pada gambar di atas hal ini ditunjukkan dengan node com, org, edu dan seterusnya. Subdomain merupakan kumpulan keturunan Top Level Domain. Node yang berada tepat di bawah Top Level Domain disebut Second Level Domain. Node di bawah Second Level Domain disebut Third Level Domain dan seterusnya. Sesuai dengan konvensi, label yang menunjukkan domain ditulis dari kiri ke kanan, dipisahkan dengan tanda titik, dengan domain yang paling jauh dari root ditulis terlebih dahulu. Penulisan secara lengkap seperti di atas mulai dari nama host hingga tanda titik yang melambangkan root disebut sebagai Fully Qualified Domain Name (FQDN).

Top level domain digunakan untuk menunjukkan jenis perusahaan, instansi, lembaga atau negara tempat komputer ini berada. Top Level Domain (TLD)
ini dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

  • TLD generik (generic domain)
  • TLD negara (country domain)
  • TLD arpa

Pada mulanya TLD yang dipakai ialah TLD generic. TLD generic ini terdiri atas tujuh jenis domain yang terdiri atas tiga huruf.

  • Domain com digunakan oleh organisasi bersifat komersial (ibm.com, microsoft.com).
  • Domain edu (Berkeley.edu, purdue.edu, mit.edu) digunakan untuk lembaga pendidikan(universitas).
  • Domain gov, digunakan untuk lembaga pemerintahanb (whitehouse.gov, odci.gov).
  • domain int digunakan oleh organisasi internasional(nato.int).
  • domain mil digunakan oleh badan kemiliteran Amerika Serikat(army.mil, navy.mil, af.mil).
  • Domain net digunakan oleh penyedia jaringan Internet(ibm.net, mci.net).
  • Sedangkan domain org digunakan oleh organisasi nonkomersial (greenpeace.org).

hingga saat ini sistem pembagian organisasional ini masih berlaku di Amerika. Dengan semakin banyaknya negara-negara yang terhubung ke internet, kemudian diputuskan untuk menggunakan standar pembagian geografis yang ditetapkan sesuai standar ISO 3166. Inilah yang disebut TLD Negara. Berdasarkan konvensi tersebut dialokasikan TLD yang merupakan pengenal geografis (negara) dan terdiri atas dua huruf yang unik Sebagai contoh negara Indonesia memiliki TLD .id, negara Inggris memiliki TLD .uk (united kingdom), negara Malaysia memiliki TLD .my dan sebagainya.

Incoming search terms:

  • www microsoft com menggunakan jenis domain
  • Domain tld format hirarki
  • Www microsof com menggunakan domain
  • www microsoft com menggunakan domain